Langsung ke konten utama

Keterampilan Komunikasi – Menulis Laporan yang Efektif

Keterampilan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam dunia kerja, karena banyak hal yang harus kita komunikasikan dalam bentuk tulisan. Misalnya pengumuman atau pemberitahuan tertulis, prosedur/instruksi kerja, gambaran pekerjaan (job description) dan tentunya berbagai macam laporan kerja, seperti yang akan kita bahas kali ini.


Untuk menulis sebuah laporan yang efektif, penting sekali untuk memahami alasan dan tujuan dibuatnya sebuah laporan. Dan keberhasilan dari pembuatan laporan yang efektif adalah jika pihak yang menerima laporan dapat memiliki pemahaman yang sama dengan pembuat laporan menyangkut isi dan maksud dari laporan yang dibuat. Selanjutnya dengan adanya pemahaman yang sama, maka diharapkan terjadi persetujuan dari kedua pihak. Jadi, singkatnya, sasaran yang ingin dicapai dari pembuatan laporan adalah terjadinya Pemahaman dan Persetujuan.

Untuk dapat memberikan pemahaman kepada pembaca laporan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

1. Informasi yang akurat dan berkualitas

Salah satu tujuan laporan adalah untuk menyampaikan informasi, sehingga sangat penting untuk memastikan kualitas dan akurasinya. Informasi yang akurat adalah yang sesuai dengan kondisi aktual dan tidak dipengaruhi oleh opini maupun asumsi. 

Misalnya, ketika ditemukan karyawan yang tidak melaksanakan prosedur dengan benar, terkadang atasan atau rekan kerja yang sangat mengenalnya bisa saja menyimpulkan bahwa karyawan tersebut memang pemalas. Bisa jadi pendapat itu benar, tapi kemalasan belum tentu merupakan alasan karyawan tersebut tidak menjalankan prosedur dengan benar.

Atau bisa juga karyawan lain yang mengetahui kondisi pada saat kejadian, bisa juga mengatakan bahwa penyebab karyawan tersebut tidak menjalankan prosedur adalah kesibukan kerja karena anggota timnya ada yang tidak masuk. Sekali lagi, pendapat ini tidak salah, tapi belum tentu merupakan penyebab yang sebenarnya. 

Cara yang benar untuk mengetahui alasan yang akurat adalah dengan bertanya langsung kepada karyawan yang bersangkutan. Dari sini dapat dikatakan bahwa informasi yang berasal dari sumber yang tidak tepat dapat menimbulkan adanya opini dan asumsi yang pada akhirnya akan menurunkan akurasi dan kualitas dari informasi yang kita laporkan. 

Jadi informasi yang akurat hanya dapat diperoleh dari sumber yang tepat, yaitu orang yang terlibat langsung atau yang memiliki wewenang untuk mengelola suatu informasi dan data tertentu. Misalnya informasi mengenai kejadian kecelakaan dapat diperoleh dari orang-orang yang terlibat atau mengalami langsung. Atau jika yang dibutuhkan adalah informasi mengenai kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan tentunya diperoleh dari pengemudi dan teknisi yang menangani perawatan kendaraan tersebut. 

Selain itu, informasi yang akurat dan berkualitas juga harus diperoleh dengan metode yang dapat dipertanggung-jawabkan. Misalnya, informasi mengenai waktu berhentinya mesin produksi semestinya diperoleh dari observasi langsung dengan melakukan pengukuran waktu menggunakan peralatan yang benar, misalnya stopwatch atau jam digital. Data mengenai waktu tidak bisa merupakan hasil perkiraan tanpa peralatan yang benar, atau bahkan dilakukan tanpa observasi langsung di lapangan. Demikian juga informasi mengenai suatu kejadian harus diperoleh melalui wawancara langsung dengan orang-orang yang terlibat. Informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan sambil lalu dan tanpa menggunakan peralatan dan metode yang benar, hasilnya pasti tidak akurat.

Selain akurat, informasi yang dikumpulkan juga harus cukup lengkap untuk mendukung pemahaman akan permasalahannya. Untuk memastikan semua aspek telah tercakup, gunakan pertimbangan aspek 4M1L, yaitu Manusia, Material, Mesin/Peralatan, Metode dan Lingkungan. Namun demikian harus dipastikan juga relevansinya dengan topik yang dilaporkan. Informasi yang banyak namun tidak relevan, justru akan membingungkan. Sedangkan informasi yang sedikit akan menurunkan tingkat pemahaman.

2. Struktur laporan yang lengkap

Pada dasarnya, struktur laporan terdiri dari 3 bagian utama, yaitu Pembukaan, Isi Laporan dan Penutup. Dengan mengikuti struktur dasar laporan tersebut, bukan berarti semua laporan harus dibuat dalam tiga bagian tersebut, melainkan susunan dan urutannya sebaiknya mengikuti prinsip-prinsip dari format tersebut. 

2.1. Pembukaan pada umumnya terdiri dari Judul, Latar Belakang dan Tujuan Laporan, serta Ringkasan Umum. 

Sebuah laporan yang memiliki ‘Judul’ dapat memberikan gambaran secara singkat perihal topik yang akan disampaikan. Judul sebaiknya cukup singkat, menarik perhatian dan menggambarkan isi laporan. Sedangkan ‘Latar Belakang’ memberikan penjelasan dan informasi mengenai alasan mengapa laporan tersebut perlu dibuat dan disampaikan. 

Misalnya karena adanya kejadian yang mengganggu ketertiban, atau yang mengakibatkan adanya kerusakan peralatan atau properti dan perlu diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Atau misalnya laporan mengenai update perkembangan suatu proyek, maka alasan pembuatan laporan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait sehingga masing-masing dapat melakukan penyesuaian atau tindakan-tindakan yang diperlukan.

Poin selanjutnya yang perlu untuk disampaikan adalah ‘Tujuan’ dari laporan. Dalam beberapa kondisi, latar belakang dan tujuan dapat dijadikan satu. Bahkan dapat disampaikan dalam satu kalimat, jika memang cukup singkat. Misalnya, ‘Laporan ini dibuat atas permintaan pihak-pihak yang terkait sebagai sarana untuk menyediakan informasi perkembangan pelaksanaan proyek, sehingga semua pihak dapat saling menyesuaikan rencana.’ Dan pada intinya, tujuan laporan berisi harapan atau keinginan dari pembuat atas pemaparan laporan yang dibuat. Dan tujuan ini harus relevan dengan latar belakang yang disampaikan sebelumnya.

2.2. Isi Laporan merupakan pemaparan dan penjelasan detail tentang materi yang dilaporkan.

Laporan dapat berisi kronologi kejadian, analisa suatu masalah, penjelasan mengenai fakta-fakta yang ditemukan, dan lain sebagainya, tergantung jenis dan kepentingan dari laporan.

Penting untuk diingat bahwa isi laporan harus lengkap dan memberikan gambaran yang jelas atas suatu masalah atau maksud, sehingga dapat memenuhi tujuan dibuatnya laporan. Seringkali isi dari laporan merupakan hasil kesepakatan dari pembuat dan penerima dengan mempertimbangkan latar belakang dan tujuan laporan. Dan untuk laporan yang berulang, baik bersifat rutin maupun non-rutin, isi laporan dapat dibuat dalam bentuk format atau formulir isian yang dibakukan. 

2.3. Penutup dapat berisi kesimpulan, saran, opsi pemecahan masalah, rencana tindakan atau tindak lanjut yang perlu dilakukan, dan sebagainya. 

Pastikan untuk menutup laporan paling tidak dengan sebuah kesimpulan atau rencana tindakan. Jangan membiarkan laporan berakhir dengan ketidak-jelasan, atau bahkan menyisakan tanda tanya, sehingga menimbulkan tanggapan yang tidak baik dari penerima laporan, seperti misalnya: „Lalu, kita harus bagaimana?“ atau „Terus, rencananya apa?“. Seringkali kita mendapatkan tanggapan seperti ini setelah menyampaikan laporan. Itu terjadi karena laporan kita hanya berupa „Isi laporan“ tapi tidak dilengkapi dengan „Penutup“ yang berupa kesimpulan maupun rencana tindakan.

3. Penggunaan bahasa yang baik dan mudah dipahami.

Alur kalimat yang berurutan, tidak melompat dari satu bahasan ke bahasan lainnya, akan memudahkan pembaca atau pendengar untuk mengikuti alur berpikir dari pembuat laporan. Untuk itu, sebelum membuat laporan, perlu dibuat ‚outline‘ atau rancangan urutan topik-topik bahasan yang akan disampaikan. Sehingga ketika membuat isi laporan, kita tinggal mengikuti rancangan tersebut.
Hal penting lainnya adalah pemilihan kata yang tepat, sederhana dan mudah dipahami. Hindari penggunaan istilah-istilah yang tidak populer dan hanya dipahami oleh kalangan tertentu, kecuali memang tidak ada pilihan kata lain yang tepat.

4. Penyajian yang menarik

Penggunaan ilustrasi berupa gambar dan grafik atau tabel untuk menyajikan informasi akan membuat laporan menjadi lebih menarik dan tentunya akan lebih mudah dipahami. Namun beberapa hal perlu diingat, yaitu:

Ilustrasi harus sesuai dan mendukung isi laporan. Jangan menambahkan gambar-gambar dan ilustrasi yang tidak berhubungan hanya untuk sekedar menjadi hiasan. Kondisi ini tidak membuat laporan menarik, tapi malah akan mengganggu.

Gunakan ilustrasi seperlunya dan tidak berlebihan, karena pembaca atau penerima laporan tetap harus fokus pada isi laporan, bukan ilustrasinya.

Setelah mengetahui cara membuat laporan yang efektif, terapkan prinsip-prinsip tersebut dalam praktek. Selain itu, teruslah aktif untuk membaca artikel maupun laporan-laporan. Karena dengan membaca dan praktek menulis, maka kemampuan kita akan terus berkembang.


Penulis:


Article terkait:




Komentar

Posting Terpopuler

Keterampilan Penting yang Dibutuhkan di Pasar Kerja

Dalam dunia kerja yang terus berubah, memiliki keterampilan yang tepat sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Banyak perusahaan mencari individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan interpersonal dan kemampuan untuk beradaptasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas keterampilan penting yang dibutuhkan di pasar kerja saat ini, serta bagaimana cara mengembangkan keterampilan tersebut. Keterampilan Komunikasi Keterampilan komunikasi adalah salah satu keterampilan paling penting yang dibutuhkan di pasar kerja. Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas dan efektif dapat membuat perbedaan besar dalam karir seseorang. Ini mencakup komunikasi lisan dan tulisan. Mengapa Keterampilan Komunikasi Penting? Membangun Hubungan : Keterampilan komunikasi yang baik membantu dalam membangun hubungan yang kuat dengan rekan kerja dan klien. Meningkatkan Kolaborasi : Tim yang memiliki komunikasi yang baik cenderung lebih produktif dan efisien. Mencegah Kesalahpahama...

STAR - Metode Interview Yang Perlu Anda Tahu

Interview calon karyawan merupakan aktifitas yang umum dilakukan di perusahaan ketika terdapat kebutuhan untuk menambah karyawan maupun menggantikan karyawan yang meninggalkan posisi tertentu. Menariknya, ada beberapa pemimpin di perusahaan yang melakukan interview belum memahami cara interview yang benar untuk mendapatkan informasi penting dari calon karyawan yang akan digunakan untuk pertimbangan dalam memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran mereka. Sehingga pada akhirnya karyawan yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan.    Dengan mengenal metode interview yang cukup sering digunakan ini, tidak hanya bermanfaat pimpinan perusahaan untuk melakukan interview, namun juga untuk calon karyawan dalam mempersiapkan diri ketika diinterview.  Metode interview STAR yang merupakan singkatan dari Situation, Task, Action and Result, adalah merupakan metode untuk menyusun tanggapan berupa perilaku yang terstruktur atas pertanyaan interview. Pertanyaan yang dimaksud b...

Kursus Singkat dengan Visa Turis di Australia

Liburan ke Australia merupakan kesempatan yang menarik karena banyaknya obyek wisata yang bisa dikunjungi dan kondisi negara yang cukup berbeda, namun secara iklim masih cukup bersahabat bagi warga Indonesia. Kota Perth di negara bagian Western Australia adalah yang paling populer karena jaraknya yang dekat sehingga harga tiket penerbangan juga relatif paling murah. Selain itu tentu saja kota Sydney dan Melbourne menjadi pilihan favorit berikutnya karena merupakan dua kota paling besar di pantai timur Australia yang menyediakan berbagai macam pilihan wisata dan atraksi yang sangat menarik. Morning at Gold Coast Pilihan berikutnya yang bisa dipertimbangkan dan tidak kalah menarik adalah kota Brisbane di negara bagian Queensland. Entah mengapa kota ini agak kurang menjadi pilihan kunjungan maupun study bagi warga Indonesia, padahal kota ini memiliki iklim yang mendekati tropis dan berdekatan dengan kota Gold Coast yang terkenal dengan pantainya yang panjang dan indah. Selain itu di bagia...

Tips Memasuki Dunia Kerja Setelah Lulus Kuliah

Memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah bisa menjadi pengalaman yang menegangkan dan penuh tantangan. Banyak lulusan baru merasa bingung tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk memulai karir mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips praktis yang dapat membantu Anda menavigasi transisi ini dengan lebih percaya diri dan efektif. Memahami Diri Sendiri Sebelum Anda mulai mencari pekerjaan, penting untuk memahami diri sendiri. Apa yang Anda sukai? Apa keahlian Anda? Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Anda dapat membantu Anda menentukan jenis pekerjaan yang paling sesuai. Lakukan Penilaian Diri Keterampilan: Apa keterampilan yang Anda miliki? Apakah Anda lebih baik dalam analisis data, komunikasi, atau kreativitas? Minat: Apa yang Anda nikmati? Apakah Anda lebih suka bekerja dengan orang lain atau lebih suka bekerja sendiri? Nilai: Apa yang penting bagi Anda dalam pekerjaan? Apakah Anda mencari stabilitas, tantangan, atau kesempatan untuk berkembang? De...