Interview calon karyawan merupakan aktifitas yang umum dilakukan di perusahaan ketika terdapat kebutuhan untuk menambah karyawan maupun menggantikan karyawan yang meninggalkan posisi tertentu. Menariknya, ada beberapa pemimpin di perusahaan yang melakukan interview belum memahami cara interview yang benar untuk mendapatkan informasi penting dari calon karyawan yang akan digunakan untuk pertimbangan dalam memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran mereka. Sehingga pada akhirnya karyawan yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Dengan mengenal metode interview yang cukup sering digunakan ini, tidak hanya bermanfaat pimpinan perusahaan untuk melakukan interview, namun juga untuk calon karyawan dalam mempersiapkan diri ketika diinterview.
Metode interview STAR yang merupakan singkatan dari Situation, Task, Action and Result, adalah merupakan metode untuk menyusun tanggapan berupa perilaku yang terstruktur atas pertanyaan interview. Pertanyaan yang dimaksud biasanya diawali dengan kalimat seperti:
Pertanyaan lain yang umum digunakan, misalnya:
• “Bisakah kamu ceritakan pengalaman ketika….”
• “Apakah kamu pernah mengalami…. Bagaimana ceritanya?”
• “Bisa kasih contoh ketika kamu dalam situasi….”
• “Bagaimana kamu menghadapi situasi yang…?”
Dan jawaban yang diharapkan adalah cerita mengenai situasi pada masa lalu yang pernah dialami yang disusun dalam struktur STAR.
Situasi yang umumnya ditanyakan adalah mengenai pengalaman berikut:
- Keberhasilan yang paling mengesankan.
- Kegagalan yang paling menyakitkan.
- Kekuatan atau kelemahan yang dimiliki.
- Situasi yang paling sulit diatasi.
- Situasi yang seandainya terjadi.
Khusus mengenai point yang terakhir, yaitu situasi yang diandaikan, seringkali ini bisa menjadi suatu jebakan, baik untuk anda yang melakukan interview maupun yang diinterview. Maksudnya begini, bagi interviewer, kadang-kadang jawaban dari calon karyawan yang pandai bercerita atau mengarang cerita, bisa sangat menyakinkan dan membuat anda terkesan. Namun ketika nantinya dihadapkan pada situasi yang sebenarnya, belum tentu dia mampu melakukan tindakan-tindakan seperti yang diharapkan.
Sedangkan bagi yang diinterview, jawaban yang berandai-andai bisa jadi malah menjadikannya kurang menyakinkan karena belum pernah mengalami atau tidak memahami situasi kongkretnya. Jadi untuk pertanyaan seperti ini, ada baiknya jika dijawab dengan pengalaman yang serupa, atau yang situasinya mirip-mirip dengan yang diandaikan. Misalnya, anda bisa mengatakan: “Sepertinya saya pernah mengalami hal yang serupa ketika….” Setelah itu anda bisa jelaskan situasi dan konteksnya untuk menunjukkan kemiripannya, baru dilanjutkan dengan struktur STAR. Sehingga dengan contoh situasi yang nyata, ceritanya akan lebih meyakinkan dari pada hanya berteori.
Sekarang kita bahas satu persatu dari struktur STAR.
• Situation
Kita bisa mulai dengan memberikan gambaran situasi yang dapat berupa masalah yang dialami atau tantangan yang dihadapi.
• Task
Jelaskan tugas dan tanggung jawab anda dalam situasi tersebut, serta sasaran yang harus dicapai.
• Action
Tindakan yang dilakukan dalam situasi tersebut dan keahlian/keterampilan apa yang membantu anda menjalankan tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang diinginkan.
• Result
Bagaimana hasil atau pengaruh tindakan anda terhadap situasi tersebut.
Anda juga bisa menambahkan pelajaran apa yang anda dapatkan dari pengalaman menghadapi situasi tersebut. Hal ini untuk menunjukkan bahwa terlepas dari berhasil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, anda selalu mengambil pelajaran untuk melakukan perbaikan kedepannya.
Dalam memberikan jawaban dengan struktur tersebut, anda juga perlu untuk menyampaikan aspek-aspek perilaku yang berhasil anda terapkan, yang tentunya sejalan dan dibutuhkan dalam menjalankan peran dari posisi yang sedang anda lamar.
Dan untuk interviewer juga dapat menilai dari jawaban atau cerita calon karyawan apakah dia memiliki kemampuan untuk menerapkan beberapa perilaku yang dibutuhkan. Dari sini kita bisa menarik hubungan antara kapabilitas yang pernah dilakukan dengan yang dibutuhkan untuk menjalankan peran yang ditawarkan.
Contoh perilaku yang dapat dinilai:
• Analisa.
Jelaskan bagaimana anda menganalisa situasi yang terjadi dari data dan informasi yang anda peroleh dan kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab anda.
• Perencanaan.
Anda bisa menjelaskan ketika membuat rencana tindakan terhadap situasi yang dihadapi. Faktor apa saja yang anda pertimbangkan dan jelaskan alasannya. Bagaimana anda bisa sampai pada rencana tindakan tersebut.
• Kedisiplinan.
Jelaskan bagaimana anda memastikan rencana yang dibuat dapat dijalankan sesuai dengan target yang ditetapkan, dan bagaimana anda mengatasi masalah-masalah yang terjadi.
• Koordinasi
Jika memungkinkan anda bisa menyampaikan bagaimana tindakan-tindakan anda berkaitan dengan bagian atau pihak lain, dan bagaimana anda melakukan koordinasi dengan mereka. Perilaku ini juga bisa menunjukkan bagaimana anda bekerja sama dengan pihak lain.
• Kepemimpinan.
Perilaku ini dapat ditunjukkan meskipun anda tidak mempunyai pengalaman dalam memimpin sebuah tim. Anda bisa menunjukkan bagaimana anda punya kemauan yang kuat untuk menyelesaikan masalah atau mewujudkan rencana yang telah dibuat. Anda juga bisa menceritakan bagaimana anda dapat meyakinkan pihak lain atau atasan untuk menerima ide maupun pendapat anda.
Dan masih ada perilaku lain yang bisa ditunjukkan dengan struktur jawaban ini. Kuncinya, anda harus memahami peran dan fungsi dari posisi yang anda lamar. Pelajari perilaku apa saja yang mungkin dibutuhkan untuk menjalankan peran tersebut. Dari situ anda dapat mempersiapkan diri untuk memberikan jawaban-jawaban yang sesuai.
Semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan diri.
Penulis:
|
|
Article terkait:
• Persiapan Penting Jelang Interview
• Tips Memasuki Dunia Kerja Setelah Lulus Kuliah
• Strategi Sukses Mencari Pekerjaan bagi Lulusan Baru

Komentar
Posting Komentar