Langsung ke konten utama

Keterampilan Pemecahan Masalah - Menganalisa Kesalahan

Melakukan kesalahan dan mendapatkan masalah adalah pengalaman yang tidak mengenakkan yang seringkali disertai penyesalan dan konsekuensi yang harus ditanggung. Dan yang lebih menyakitkan lagi jika masalah terjadi karena kesalahan yang berulang. Sangat menyakitkan karena ada pepatah menyatakan: "Keledai tidak jatuh ke lubang yang sama." Dan kita tentunya tidak lebih bodoh dari keledai, bukan? 

WHY Koala is always sleepy? - Lone Pine Koala Sanctuary

Ungkapan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menekankan betapa pentingnya melakukan introspeksi dan belajar dari pengalaman masa lalu sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama. Namun seiring dengan tingginya kompleksitas kehidupan manusia, sering kali melakukan introspeksi terhadap kesalahan dan masalah yang kita alami tidak sesederhana yang kita bayangkan. Bisa jadi tingkat introspeksi dan kedalaman pembelajaran kita tidak mampu mencegah terulangnya kesalahan dan masalah serupa di kemudian hari. 

Dan kompleksitas kehidupan terkadang bahkan dapat membuat kita tidak menyadari bahwa kita sedang mengalami masalah yang berulang. Hal ini bisa jadi karena meskipun serupa, namun masalahnya terjadi pada aspek kehidupan yang berbeda. Misalnya di satu waktu kita kehabisan paket data sehingga kita tidak dapat berkomunikasi dengan lancar, dan di lain waktu kita kehabisan token listrik sehingga muncul suara alarm dari meter listrik atau bisa jadi sampai aliran listrik terputus. Kedua masalah ini bisa dikatakan sebagai dua masalah yang berbeda, namun bisa jadi itu adalah masalah serupa yang berulang yang kebetulan terjadi di dua aspek yang berbeda. 

Untuk mengatasi hal tersebut, ada metode yang sangat sederhana namun cukup efektif untuk membantu kita melakukan pembelajaran terhadap kesalahan atau masalah, yaitu metode 5 Whys (atau: 5 Mengapa). Ini adalah satu teknik menganalisa akar masalah dengan cara bertanya "Mengapa?" secara berulang terhadap jawaban dari pertanyaan sebelumnya sampai sebanyak lima kali atau lebih, tergantung dari permasalahannya. Teknik ini sebenarnya mirip dengan kebanyakan anak kecil yang sering bertanya 'Mengapa?' ketika kita memberikan penjelasan atas pertanyaan dia sebelumnya. Dan tujuan dari pertanyaan berulang ini adalah untuk menemukan akar penyebab suatu masalah dengan melampaui penyebab langsung dan gejala permukaan.

Terkait dengan contoh kehabisan paket data di atas, misalnya ketika ditanya: "Mengapa bisa kehabisan?", kita bisa saja cukup menjawab dengan singkat: "Lupa." Dan solusinya? Ya jangan sampai lupa lagi. Namun apakah solusi ini bisa menjamin tidak terjadi lagi? Apakah "Lupa" benar-benar merupakan penyebabnya? 

Nah, kalau kita terapkan metode 5 Whys, kita bisa lanjutkan pertanyaan tersebut sampai mendapatkan penyebab yang merupakan akar permasalahan.

  • Masalah: Kehabisan paket data.
  1. Mengapa? - Karena lupa mengisi ulang pada waktunya.
  2. Mengapa? - Karena pas jadwalnya isi ulang, ada kegiatan yang padat.
  3. Mengapa? - Karena tidak sempat.
  4. Mengapa? - Karena harus mampir minimarket dulu untuk topup ewallet buat beli data.
  5. Mengapa? - Karena honor pekerjaan kebanyakan diterima dalam bentuk tunai.

Dari contoh di atas, kita bisa berhenti bertanya setelah 5 pertanyaan, atau bisa juga dilanjutkan. Pertimbangannya adalah, apakah kalau dilanjut, jawabannya masih dalam scope kendali kita, atau sudah mulai di luar sehingga tidak ada yang dapat kita lakukan.

Dengan penyebab seperti di atas, yaitu karena pendapatan diterima dalam bentuk tunai, kita bisa lanjutkan prosesnya dengan mencari alternatif solusi untuk masalah tersebut. Misalnya:

  • Meminta pemberi kerja membayar dengan tranfer bank.
  • Mencari ATM terdekat yang dapat menerima setoran tunai dan melakukan setoran sesaat setelah menerima pembayaran tunai.
  • Menyimpan pendapatan kedalam ewallet dengan melakukan topup sesaat setelah menerima pembayaran tunai.
Dari ketiga alternatif solusi tersebut, kita bisa memutuskan pilihan mana yang paling memungkinkan dan paling praktis untuk dilakukan. Dengan menjalankan solusi yang dipilih, harapannya masalah kehabisan paket data tidak terjadi lagi, bahkan kalau dari contoh di awal, masalah kehabisan token listrik juga bisa jadi akan teratasi dengan solusi ini, kalau ternyata penyebab utamanya sama. 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 


Penulis:



Article terkait:



Komentar

Posting Terpopuler

Keterampilan Penting yang Dibutuhkan di Pasar Kerja

Dalam dunia kerja yang terus berubah, memiliki keterampilan yang tepat sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Banyak perusahaan mencari individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan interpersonal dan kemampuan untuk beradaptasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas keterampilan penting yang dibutuhkan di pasar kerja saat ini, serta bagaimana cara mengembangkan keterampilan tersebut. Keterampilan Komunikasi Keterampilan komunikasi adalah salah satu keterampilan paling penting yang dibutuhkan di pasar kerja. Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas dan efektif dapat membuat perbedaan besar dalam karir seseorang. Ini mencakup komunikasi lisan dan tulisan. Mengapa Keterampilan Komunikasi Penting? Membangun Hubungan : Keterampilan komunikasi yang baik membantu dalam membangun hubungan yang kuat dengan rekan kerja dan klien. Meningkatkan Kolaborasi : Tim yang memiliki komunikasi yang baik cenderung lebih produktif dan efisien. Mencegah Kesalahpahama...

Keterampilan Komunikasi – Menulis Laporan yang Efektif

Keterampilan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam dunia kerja, karena banyak hal yang harus kita komunikasikan dalam bentuk tulisan. Misalnya pengumuman atau pemberitahuan tertulis, prosedur/instruksi kerja, gambaran pekerjaan (job description) dan tentunya berbagai macam laporan kerja, seperti yang akan kita bahas kali ini. Untuk menulis sebuah laporan yang efektif, penting sekali untuk memahami alasan dan tujuan dibuatnya sebuah laporan. Dan keberhasilan dari pembuatan laporan yang efektif adalah jika pihak yang menerima laporan dapat memiliki pemahaman yang sama dengan pembuat laporan menyangkut isi dan maksud dari laporan yang dibuat. Selanjutnya dengan adanya pemahaman yang sama, maka diharapkan terjadi persetujuan dari kedua pihak. Jadi, singkatnya, sasaran yang ingin dicapai dari pembuatan laporan adalah terjadinya Pemahaman dan Persetujuan. Untuk dapat memberikan pemahaman kepada pembaca laporan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. 1. Informas...

Hidup Anda Terlalu Berharga Untuk Dijalani Tanpa Tujuan!

Pernahkah anda mengendarai mobil keliling kota tanpa tujuan? Apa yang terjadi? Anda mungkin berjalan dengan pelan, yang tanpa disadari bisa mengganggu arus lalu lintas maupun pengguna jalan yang lain. Atau anda mungkin melihat kanan-kiri dan tidak fokus pada kondisi jalan, yang akibatnya dapat meningkatkan resiko terjadinya insiden dan kecelakaan. Dan yang jelas, anda akan menghabiskan waktu, tenaga dan bahan bakar, tapi merasa tidak menghasilkan apa-apa. Jalan-jalan di Malioboro Yogyakarta Itulah juga yang terjadi jika anda menjalani hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas. Kehidupan anda mungkin secara tidak sengaja dapat mengganggu orang lain, atau bisa jadi anda lah yang merasa terganggu dengan tindakan orang lain atau hal-hal kecil yang terjadi di sekitar anda. Dan anda bisa juga merasa telah bekerja setiap hari, dengan menguras tenaga dan pikiran, tapi kehidupan anda terasa tidak kemana-mana. Kalau anda merasa seperti itu, ingatlah bahwa kehidupan anda itu mungkin telah berjalan t...

Kaizen Dalam Lingkaran PDCA

Mengadaptasi metode ilmiah ke dalam industry, pada tahun 1930an, Dr. Walter Shewhart memperkenalkan siklus perbaikan dan perubahan yang berkelanjutan. Prinsip ini kemudian dikembangkan oleh W. Edwards Deming menjadi sebuah metode dengan nama Siklus Deming yang lebih popular sebagai Siklus PDCA yang merupakan singkatan dari Plan (Rencanakan), Do (Lakukan), Check (Periksa), Act (Bertindak). Siklus PDCA sangat umum digunakan dalam usaha perbaikan berkelanjutan dalam berbagai bidang, termasuk industry, pendidikan maupun pelayanan. Mari kita tinjau pengertian dari setiap langkah dalam metode PDCA dan bagaimana penerapannya dalam Kaizen. PLAN (RENCANAKAN) Pada tahap awal ini, kita perlu menentukan potensi peningkatan APA yang akan dilakukan. Jika itu menyangkut sebuah permasalahan yang perlu diselesaikan, maka perlu di-identifikasi APA masalah atau isu yang sedang dihadapi.  Selanjutnya, langkah-langkah berikut ini perlu dipertimbangkan untuk dilakukan: Pahami masalah yang terjadi atau p...

"Tidak Sesuai Harapan" atau "Harapan Yang Tidak Sesuai"...?

Ini bukan permainan kata, tapi maknanya memang berbeda. Pemikiran ini dipicu oleh tulisan di belakang truk: BUKAN DIA YANG JAHAT, KAMU SAJA YANG TERLALU BERHARAP.  Kalau dipikir-pikir, memang ada benernya juga. Terkadang, atau mungkin malah sering kali, kekecewaan kita terjadi bukan karena apa yang kita terima itu sesuatu yang  buruk  atau tidak berharga , tapi hanya karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan.  Trus, apakah salah kalau kita mengharapkan sesuatu yang baik? Bukannya ada juga yang bilang: Hope for the best, prepare for the worst. Jadi gimana dong? Bagaimana seharusnya kita mengelola HARAPAN? Begitu penting kah untuk mengelola harapan? Mengelola harapan menjadi penting jika kita tidak ingin kecewa dan sakit hati. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi terwujudnya harapan kita, yang tidak dapat kita kendalikan.  Namun kita punya kendali penuh untuk menetapkan apa yang kita harapkan dan kapan kita ingin itu terwujud. Dan Proverbs (Amsal) 13:1...